Thursday, March 6, 2014

Jurnal ANALISIS KLAUSA BERDASARKAN KATEGORI UNSUR-UNSURNYA PADA LIRIK LAGU “APALAH ARTI MENUNGGU” OLEH RAISA DAN “DOA KALBU” OLEH FIKA



ANALISIS KLAUSA BERDASARKAN KATEGORI UNSUR-UNSURNYA PADA LIRIK LAGU “APALAH ARTI MENUNGGU” OLEH RAISA DAN “DOA KALBU” OLEH FIKA
DESMAWATI / 116210292
ABSTRAK
             Makalah ini berjudul “ Analisis Klausa Berdasarkan Kategori Unsur-unsurnya pada Lirik Lagu “Apalah Arti Menunggu” Oleh Raisa” dan “Doa Kalbu” oleh Fika. Analisis klausa berdasarkan kategori merupakan salah satu cara untuk mengetahui tentang unsur-unsur kategori apasaja yang terdapat dalam lirik lagu “ Apalah Arti Menunggu” oleh Raisa dan “Doa kalbu” oleh Fika. Tujuan dari analisis lirik lagu ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan mengetahui unsur-unsur kategori yang terdapat disetiap lirik lagu “Apalah Arti Menunggu” oleh Raisa dan “Doa Kalbu” oleh Fika serta kategori mana yang banyak digunakan sehingga dapat diketahui keadaan yang sesungguhnya. Populasi dari analisis ini ialah lirik lagu “Apalah Arti Menunggu” oleh Raisa dan “Doa Kalbu” oleh Fika.Metode analisis ini menggunakan metode deskriptif. Hasil dari peneletian ini Pada lirik lagu “ Apalah Arti Menunggu dan Doa Kalbu banyak menggunakan kategori Nomina dan Frase Nominal.
Kata Kunci : Nomina (N), Verba (V), Ajektifa (A), Adverbial (Adv), Numerelia (Num), Preposisi (Prep), Konjungsi (Konj), dan Promomina (Pron), Frase Nominal (FN), Frase Verbal (FV), Frase Ajektifal (FA), Frase Numerelial (FNum), Frase Preposisional (FPer) atau FD dan Frase Pronomina (FPron).














PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dalam kehidupan masa kini, bahasa dan musik seakan tidak dapat dipisahkan.Setiap alunan musik menggunakan aset bahasa dalam pengungkapannya.Sebaliknya, bahasa yang dibubuhkan makin membuat bahasa semakin punya kekuatan makna dan dampak psikologsi.Oleh karena itu, bahasa dan musik bersifat saling mengisi dalam kegiatan musik.Bahasa memiliki kedudukan dan peran penting dalam mendukung kehadiran musik.Setiap ungkapan musik dilantunkan dalam bentuk-bentuk bahasa yang menyentuh dan harus mampu menarik perhatian pendengarnya.Bahasa tercermin melalui tampilan teks dan lirik lagu.
            Dukungan bahasa bagi eksistensi musik dan lagu di tengah masyarakat sudah tidak diragukan lagi.Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat telah akrab dengan musik.Musik selalu menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan keindahannya.Bahasa dan musik telah menyatu dan kini digemari masyarakat melalui lantunan lagu-lagu modern. Masyarakat yang  sering menyanyikan sebuah lagu dalam aktivitas sehari-hari menjadi cerminan hidupnya bahasa dan musik. Lirik-lirik lagu dalam musik tidak hanya menjadi alat ekspresi diri dari penyanyi maupun pencipta lagu, tetapi sekaligus menjadi gambaran perilaku dan perasaan yang berkembang di masyarakat.Lirik-lirik lagu dalam musik telah menjadi cerminan situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat.
            Perpaduan kata-kata indah dalam lirik sebuah lagu ditambah dengan alunan nada-nada musik yang serasi telah memberi makna tersendiri bagi para penggemar musik, khususnya di Indonesia.Belakangan ini, kehadiran grup musik modern dan musik dengan berbagai bentuk lagi semakin marak.Musik tak lagi terbatas sebagai ungkapan ekspresi diri pencipta lagu, tetapi musik juga telah menjadi seni yang digemari dan diminati anggota masyarakat dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda.Musik telah menjadi cermin perasaan dan kondisi sosial melalui lantunan lagu-lagu grup band yang dikenal masyarakat.Kemajuan musik modern saat ini pun identik dengan munculnya grup-grup band yang populer dan digemari masyarakat.Sederetan grup band yang kini menjadi pujaan masyarakat, khususnya kalangan muda seperti Dewa, Ungu, Radja, Peterpan, Gigi dan sebagainya.Kehadiran grup-grup band terkemuka di Indonesia bukan saja menjadi parameter kemajuan industri musik, tetapi telah menjadi simbol atas diterimanya bahasa dalam musik.
            Atas dasar itu, kita perlu mencermati keberadaan bahasa dalam teks atau lirik lagu yang beredar di masyarakat. Ada hal yang menarik dan patut dikaji dari bahasa terkait dengan lirk-lirik lagu yang disajikan pada setiap album grup band terkemuka di Indonesia. Bahasa-bahasa yang digunakan dalam lirik-lirik lagu tersebut, tentunya dapat memberi pemahaman dan persepsi yang kuat di mata masyarakat atau penggemar musik.
            Salah satu yang patut mendapat perhatian adalah menyangkut aspek sintaksis yang terdapat dalam bahasa musik.Aspek sintaksis dalam teks lirik lagu grup musik modern saat ini. Bahasa musik pun sepatutnya tetap menjunjung tinggi keberadaan bahasaIndonesia sebagai disiplin ilmu. Melalui aspek sintaksis, bahasa musik dapat dicermati dari segi dimensi kesesuaian atau kelaziman bahasa yang berlaku di masyarakat.Sintaksis bahasa Indonesia sebenarnya telah banyak dibicarakan orang; baik sebagai bagian dari suatu buku tersendiri. Pembicara atau pembahasan mengenai sintaksis itu pada umumnya dilakukab secara analitis.Maksudnya, satuan bahasa dari yang terbesar, yaitu wacana sampai yang terkecil, yaitu kata, dibicarakan strukturnya, kategorinya, jenisnya, dan maknanya. Suatu cara yang memang harus dilakukan untuk mengenal satuan-satuan sintaksis: wacana, kalimat, klausa, frase, dan kata.









PEMBAHASAN
            Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat (Kridalaksana, 2008: 124).Klausa merupakan satuan sintaksis yang berada diatas frase dan di bawah satuan kalimat, berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikatif. Artinya, di dalam konstruksi itu ada komponen yang berupa kata atau frase, yang berfungsi sebagai predikat; dan yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek dan sebagainya. Selain fungsi subjek yang harus ada dalam kontruksi klausa itu, fungsi subjek boleh dikatakan wajib ada, sedangkan yang lain bersifat tidak ada.
            Yang dimaksud dengan kategori sintaksis adalah jenis atau tipe kata atau frase yang mengisi fungsi-fungsi sintaksis.Kategori sintaksis berkenaan dengan istilah nomina (N), verba (V), ajektifa (A), adverbial (Adv), Numerelia (Num), preposisi (Prep), konjungsi (Konj), dan promomina (Pron). Dalam hal ini N, V, dan A merupakan kategori utama; sedangkan yang lain merupak kategori tambahan.
            Pengisi fungsi sintaksis dapat berupa kata dapat pula berupa frase, sehingga di samping ada kata nomina ada pula kata frase nominal (FN), disamping kata verba ada pula frase verbal (FV), dan di samping ada kata ajektifa ada pula frase ajektifal (FA). Selain itu di samping ada kata kategori adverbial ada pula frase adverbial (FAdv), di samping juga berkategori numerelia ada pula frase numerelia (FNum), dan di samping kata berkategori numerelia ada pula frase numerelial ( FNum) dan sisamping kata berkategori Preposisi ada pula frase preposional (FProp).
            Secara formal kategori N atau FN mengisi fungsi  S dan atau O pada Klausa Verbal; bisa juga mengisi fungsi P pada klausa nomina. Kategori V atau FV secara formal mengisi fungsi P pada klausa verbal, dan kategori A atau FA mengisi fungsi P pada klausa ajektifal. Lalu, kategori Num menjadi bagian pembentuk FN atau FNunm dan kategori Prep menjadi bagian dari FPrep.Sementara itu, Konj yang bersifat koordinatif menjadi penyanbung intrafrase atau antar klausa; sedangkan bersifat subordiantif menjadi penyambung intrakalimat atau antarkalimat.
            Analisis klausa berdasarkan kategori unsur-unsurnya adalah kegiatan menentukan termasuk kategori apakah suatu unsur dalam suatu klausa. Analisis kategori adalah analisis terhadap jenis kata atau kelas kata unsur-unsur pengisi fungsi tertentu dalam sebuah klausa (Verhaar,1997 dalam Markhamah, 2010:127).fungsi tertentu hanya diisi oleh kategori tertentu dan tidak semua kategori dapat mengisi semua fungsi yang ada.




“Apalah Arti Menunggu”
Telah lama //aku //bertahan
    FAdvN          V
Demi cinta// wujudkan// sebuah harapan
    FA N                   FN
Namun//  ku rasa // cukup // ku menunggu
    P              FN            A        FV
Semua// rasa // telah hilang
 Num     N            FAdv
Sekarangaku// tersadar
FN   V   
Cinta// yang ku tunggu// tak kunjung datang
   A          FPrep                 FV
Apalaharti // aku menunggu
      FN               FV

Bila kamu //  tak cinta lagi
 V   Pron             FAdv
Namun// ku rasa// cukup// ku menunggu
    P          FN AFV
Semua//  rasa//  telah hilang
 Num       N    FAdv
Dahulu// kaulah// segalanya
    N        Pron         Num
Dahulu// hanya dirimu //yangada di hatiku
    N             AdvKonj FV         
Namun// sekarang // aku mengerti
     P            N     FV
Tak perlu // ku// menunggu
   FAdv        N          V      
Sebuah// cinta //yang semu
    N           P KonjAdv
“Doa Kalbu”
Dimalam// penuh bintang
    FD             FA       
Di atas sajadah// yang kubentang
          FD          KonjF V
Sedusedan // sendiri
      FN              A
Mengaduh// pada Yang Maha Kuasa
       V FA
Betapa naif // diriku ini //hidup tanpa ingat pada-Mu
       FA             FPron                       FN
Urat nadi //pun // tahu aku hampa..
    FA          P                 FN
Di malam// penuh bintang
     FD            FA      
Di bawah sinar// bulan purnama
          FD                  FN
Ku //pasrahkan// semua
 N           V           Num
Keluh kesah// yang aku rasa
      FN FPrep
Sesak // dadaku
   A            N
Menangis// pilu
     V            A
Saat ku// urai //dosa-dosaku..
    FN       A               N
Dihadapan-MU// ku tiada artinya............
           FD                          FN
Doa kalbu// tak bisa// aku bendung
FN FAdvFN
Deras bak hujan// di gunung sahara
           FN                         FD
Hatiku //yang// gersang........
    N        Konj          A
Terasa // tenteram...
    N              A
Hanya Engkau //yang// tahu siapa aku
         FN Konj           FN
Tetapkanlah// seperti// malam ini
        V               P              FN


Sucikan diriku selama-lamanya.......
A         N            Adv
DOA KALBUKU.....
              FN

            Analisis pada lirik lagu“Apalah Arti Menunggu” analisis klausa berdasarkan kategorinya dapat dikelompokkan secara keseluruhan berdasarkan kategoriunya masing-masing ialah yang temasuk pada kategori Nomina ialah wujudkan, rasa, sekarang, dahumu, sebuah, aku, kamu, kaulah. Yang termasuk dalam Kategori Frase Nominal yaitu sebuah harapan, ku rasa, apalah arti.Yang termasuk dalam kategori Verba yaitu bertahan, tersadar, bila, menunggu.Yang termasuk dalam kategori Frase Verbal yaitu ku menunggu, tak kunjung datang. Yang termasuk dalam kategori  Adjektiva ialah cukup, cinta. Yang termasuk dalam kategori  Frase Adjektival yaitu demi cinta. Yang termasuk dalam kategori Partikel yaitu namun.Yang termasuk kategori Konjungsi yaitu yang.Yang termasuk kategori Adverbial yaitu semu.Yang termasuk kategori Frase Adverbial yaitu telah lama, tak perlu, telah hilang, tak cinta.Yang termasuk dalam kategori Numerelia ialah semua, segalanya.Yang termasuk Frase Preposisi ialah yang ku tunggu.


Analisis pada lirik lagu “Doa Kalbu” analisis klausa berdasarkan kategorinya dapat dikelompokkan secara keseluruhan berdasarkan kategoriunya masing-masing ialah yang temasuk pada kategori Nominaialah ku pasrahkan,, dadaku, dosa-dosaku, diriku, terasa,hatiku. Yang termasuk dalam kategori Frase Nominal ialah sedu sedan, hidup tanpa ingat-Mu,, tahu aku, bulan purna, keluh kesah, ku tiada artinya, saat aku, doa kalbu, aku bending, deras dras bak, hanya engkau, tahu siapa aku, malam ini. Yang termasuk dalam kategori Verba ialah mengadu, menangis, tetapkanlah.Yang termasuk Frase Verbal yaitu ku bentangyang termasuk dalam kategori Adjektiva yaitu sekali, sesak, pilu, urai, gersang, sucikan, selama-lamanya, tentram.Yang termasuk kategori Frase Adjektival yaitu penuh bintang, betapa naïf, urat nadi.Yang termasuk dalm kategori Frase Depan yaitu di malam, di atas sajadah, pada yang mahakuasa, di bawah sinar, di hadapan-mu, di gunung sahara.Yang termasuk dalam kategori Konjungsi ialah yang.Yang termasuk dalam kategori Frase Adverbial yaitu tak bisa.Yang termasuk dalam kategori Frase Pronomina yaitu diri ku.Yang termasuk dalam kategori Frase Preposisi yaitu yang ku tunggu.Yang termasuk dalam kategori Numerelia yaitu semua. Dan yang termasuk dalm kategori Partikel yaitu pun, seperti.



Keterangan
Nomina (N) adalah kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapat bergabung dengan kata tidak ( Depdikbud, 2008: 966).
Frase Nominal (FN) adalah semua frasa yang berdistribusi sama dengan nomina atau berintikan kata benta atau nomina ( Mulyono, 2012).
Verba (V) adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan atau keadaan; kata kerja ( Depdikbud, 2008: 1546).
Frase Verbal (FV) adalah semua frasa yang berdistribusi sama dengan verba (Mulyono, 2012: 27).
Adjektiva (A) adalah kata yang menerangkan nomina(kata benda0 dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat (Depdikbud, 2008: 10).
Frase Adjektival (FA) adalah frasa yang didistribusikan sama dengan adjektiva atau kata sifat (Mulyono, 2012:28).
Adverbia (Adv) adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif atau kalimat (Depdikbud, 2008:12).
Frase Adverbial (FAdv)  adalahfrasa yang dapat didistribusikan sama dengan kata keterangan atau adverbial (Mulyono, 2012:29).
Numerelia (Num) adalah kata yang menunjukkan bilangan atau kuantitas; kata bilangan (Depdikbud, 2008:970).
Frase Numerelia (FNum) adalah frasa yang dapat disistribusikan sama dengan kata bilangan (Mulyono, 2012:28).
Preposisi (Prep) adalah kata yang biasa terdapat di depan nomina (Depdikbud, 2008: 1100).
Pronomina adalah kata yang dipakai untuk menggantikan orang atau benda; kata ganti (Depdikbud, 2008: 1105)
Partikel adalah kata yang biasanya tidak dapat diderivasikan atau diinfleksikan, mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksika,  termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi (Depdikbud, 2008: 1024).
Konjungsi (Konj) adlah kata atau ungkapan penghubung anatarkata, antarfrasa, antarklausa dan antarkalimat (Depdikbud, 2008:724).


           


PENUTUP
Kesimpulan
          Kategori yang banyak terdapat pada lirik lagu “ Apalah Arti Menunggu  dan doa Kalbu” banyak menggunakan kategori Nomina dan Frasa Nomina. Pada lirik lagu “ Apalah Arti Menunggu” banyak menggunakan kategori Nomina (N) dan Verba (V). Kategori FAdv digunakan sebanyak 4, kategori V digunakan 4, kategori P sebanyak 2, kategori A sebanyak 2, Kategori N sebanyak 5, kategori FN sebanyak 3, kategori FV sebanyak 2, kategori Konj sebanyak 1, kategori Num sebanyak 2, kategori Adv sebanyak 1, kategori Pron sebanyak 2,dan FPrep sebanyak 1. Sedangkan pada lirik lagu “Doa kalbu” banyak menggunakan kategori Nomina (N) , Frasa Nominal serta Frase Depan (FD). Kategori FD digunakan sebanyak 6, kategori FPron digunakan sebanyak 1, kategori V digunakan sebanyak 3, kategori FV sebanyak 1, kategori A sebanyak 6, kategori P digunakan sebanyak 2, kategori Num digunakan sebanyak 1, kategori N digunakan sebanyak 3, kategori FN digunakan sebanyak 12, kategori Konj digunakan sebanyak 1, FA digunakan sebanyak 1 dan FPrep sebanyak 1.Dengan begitu antara kedua lagu tersebut kategori yang banyak digunakan adalah kategori Nomina (N).



DAFTAR RUJUKAN
Depdiknas.2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: PT.Gramedia Pustaka
          Utama.
Ramlan, Prof.Drs.M. 2005. Ilmu Bahasa Sintaksi. Yogyakarta: CV Karyono.
Markhamah. 2010. Keselarasan Fungsi,Kategori, dan Peran dalam Klausa.
          Surakarta: Muhamadiyah Universitas Press.
Mulyono, Iyo. 2012. Ihwal Kalimat Bahasa Indonesia dan Problematika
          Penggunaanya. Bandung: Yrama widya.
Kridalaksana, Harimurti.2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT.Gramedia
           

Sunday, March 2, 2014

TUGAS SEMANTIK SKRIPSI “ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL PANTUN BUKA PINTU PADA UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU”



AnggotaKelompok

*      DESMAWATI (116210292)
*      ROMANITA (116211699)

Kelas 6A
PendidikanBahasadanSastra Indonesia

Judul Skripsi :

ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL PANTUN BUKA PINTU PADA UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU

Latar Belakang
Perkawinan adalah suatu proses yang sakral dalam kehidupan khususnya masyarakat melayu untuk memulai suatu perjalanan hidup yang sesungguhnya dalam menempuh kehidupan dalam berumah tangga. Sebab berumah tangga itu sangatlah wajib bagi umat islam, seperti yang dikatakan dalam(Q.S.Ar_rum:21).

“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya untukmu pasngan hidup dari jenismu sendiri, agar kamu mendapatkan ketenangan hati, dan dijadikanya kasih sayang diantara kamu, sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaranya bagi orang yang berpikir.”

Dalam upacara perkawinan adat melayu tidak luput dari yang namanya pantun ataupun berbalas pantun, seperti yang dikatakan bahwa :

Inilah jagad bahasa dan budi atau dengan kata lain inilah dunia budaya melayu, yang semuanya akan menjadi muatan nilai dalam pantun. Dengan pantun itulah orang melayu merasa punya bahasa yang baik dan indah. Sebab dalam pandangan melayu, bahasa itu bukanlah setakat alat komunikasi sahaja. Bahasa yang dipakai itu hendaknya juga wujud dalam bingkai yang indah serta punya muatan yang baik. (Hamidy, 2010:136).

Oleh karena itu pantun merupakan salah satu ciri khas masyarakat melayu khususnya masyarakat melayu di desa Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu. Pantun ini dilaksanakan dengan berbalas antara pihak mempelai laki-laki maupun pihak mempelai perempuan khususnya pada upacara buka pintu.
Dalam hal ini, pantun yang diutarakan bukanlah hanya sekedar pantun belaka ataupun omong kosong saja, tetapi pantun yang dilontarkan pada acara perkawinan ini adalah pantun-pantun penuh makna yang memberikan maksud-maksud terterntu dalam acara ini. Masyarakat melayu, khususnya melayu di desa Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu ini yang masih menggunakan pantun pada acara buka pintu.

Menurut zulkifli dan Nizam Jamil (2004:53)
Acara buka pintu adalah suatu upacara di mana di saat pengantin pria diantara ke rumah pengantin wanita, maka pihak wanita akan menutup pintu rumahnya dengan sehelai kain melintang yang dapat dibuka setelah dilakukan berbalas yaitu “pantun pembuka pintu” yang disela –sela isi itu untuk menyerahkan uang cukai negeri atau uang pembuka pintu.

Pantun ini bermaksud untuk mengetahui kesiapan pihak laki-laki untuk menguatkan diri untuk menjadi seorang suami dari pengantin wanita tersebut, maka dari itulah pihak wanita menutup pintu rumah dengan sehelai kawin. Sebelum kain dibuka, maka dilakukanlah sebuah upacara buka pintu yang diiringi dengan berbalas pantun.
Pantun ini memiliki makna tersendiri pada acara buka pintu pada masyarakat melayu khususnya Melayu di Desa Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu. Dengan adanya makna setiap baris dalam bait pantun dan makna kata dalam tiap baris pantun. Sementara dalam kajian Bahasa Indonesia, ilmu yang membahas atau ilmu yang mengkaji seluk beluk makna disebut dengan ilmu semantik, dalam semantik yang membahas makna dalam kata sesuai kamus itu dinamakan dengan makna leksikal, sementara semantik yang mendapat proses kegramatikalan seperti proses afiksasi, proses reduplikasi dan komposisi.
Kata semantik dalam imu bahasa, kata semantik ini berasl dari Inggris semantics, bahasa Yunani sama (kata benda) yang berarti “tanda” atau “lambang”. Kata kerjanya adalah semaino yang berarti “manandai” atau “melambangkan”. Yang dimaksud tanda atau lambang di sini sebagai padanan kata sama itu adalah tanda linguistika (Prancis: signe linguistique) (Chair, 1994: 2). Kata semantik sebenarnya merupakan istilah teknik pada studi tentang makna (arti), Inggris; meaning) (Pateda, 2001:2).
Dalam upacara perkawinan masyarakat Melayu Ujungbatu Kabupaten Rokan hulu ini menggunakan upacara berbalas pantun untuk masuk kedalam rumah mempelai wanita. Diantara beberapa bait terakhirnya diselingi dengan melempar uang logam, pantun itu memiliki makna tersendiri dalam upacara tersebut.
Berdasarkan hal ini penulis tertarik untuk meneliti pantun buka pintu yang digunakan dalam upacara perkawinan masyarakat melayu di Desa Ujungbatu  ini dengan mengaplikasikannya dengan salah satu ilmu kebahasaaan yaitu ilmu semantik dengan judul “ Analisis Semantik Leksikal Pantun Buka Pintu Pada Upacara Perkawinan Masyarakat Melayu Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu”
Sepengetahuan penulis, yang penulis lakukan ini adalah penelitian lanjutan, sebab sebelumnya penelitian ini telah dilakukan Yovilia dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau tahun 2010, dengan judul “ Analisis Semantik Pada Pantun Dalam Upacara Perkawinan Masyarakat di Desa Pinang Sebatang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak”, dengan masalah:Makna apakah terkandung dalam pantun yang digunakan dalam upacara perkawinan masyarakat melayu didesa pinang sebatang kecamatan tualang Kabupaten siak?
            Teori dan metodelogi yang digunakan Yovilia adalah teori Semantik oleh Abdul Chair. Adapun metodelogi yang digunakan dalam penelitiannya yaitu dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif.
            Dengan hasil bahwa makna pantun pada saat mengantar cincin dengan tujuan, menggambarkan keseriusan laki-laki untuk membentuk rumah tanggadengan pihak perempuan.
            Adapun persamaan yang penulis lakukan dengan peneliti terdahulu yaitu sama-sama menganalisis pantun, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan terdahulu yaitu, peneliti terdahulu hanya membahas makna denotasi dan konotasi, sedangkan peneliti yang lakukan ini peneliti membahas makna leksikal dan gramatikal dengan pembahasan, penyampaian dan lokasi penelitan yang berbeda.
Penelitian selanjutnya oleh Erna, mahasiswa jurusan bahasa indonesia fakultas keguruan dan ilmu pendidikan tahun 2010, dengan judul “Analisis Semantik Mantra Pengobatan Tradisional di Desa Kulim Jaya Keacamatan Lubuk Batu Kabupaten Indragiri Hulu”. Dengan masalah: Makna dan ragam apa sajakah yang terdpaat dalanm mantra pengobatan tradisional Kulim Jaya Kecamatan Lubuk Batu. Hasil penelitian, makna yang terdapat dari mantra itu adalah makna denotasi dan konotasi, dan ragam makna yang terdapat mantra tersebut adalah ragam makna konotasi kolektif dengan hasil bahwa keragaman makna yang terdapat dalam mantra tersebut bersifat konotasi yang baik.
Adapun persamaan dan perbedaan yang penulis lakukan  adalah sama-sama menganalisis semantik, sedangkan perbedaannya adalah terlihat pada tempat, waktu dan objek yang diteliti.
Penulis sangat berharap dapat dilakukan dengan baik, dan dengan adanya terhadap topik di atas, maka hendaknya dapat memberikan manfaat baik secara praktis dan secara teoritis. Secara teoritis berbagai temuan yang penulis peroleh melalui penelitian sebagai sandingan atau bahan bacaan kebahasaan seperti analisis semantik yang penulis lakukan ini. Di samping itu, berbagai informasi makna yang terkandung dalam pantun buka pintu dalam acara perkawinan masyarakat melayu Ujungbatu dapat diimplementasikan (menerapkan) bagi masyarakat penikmatnya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah dapat dijadikan salah satu materi dari pembahasan semantik atau kajian bahasa lainnya yang berkaitan, dan ada juga dapat digunakan sebagai pedoman terhadap objek yang sama dan sudut pandang atau permasalahan yang berbeda dengan permasalahan yang dalam atau mendalam.


Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu:
1.      Apa makna leksikal yang terkandung di dalam buka pintu upacara perkawinan masyarakat melayu desa Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu?
2.      Apa makna gramatikal yang terdapat dalam pantun buka pintu dalam upacara perkawinan masyarakat melayu di Desa Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu?

Tujuan penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan pantun buka pintu dan menganalisis makna pantun yang terkandung di dalam pantuk buka pintu dalam upacara perkawinan masyarakat di Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu. Tujuan khusus penelitian ini adalah untul memperoleh dan informasi dan data yang terkumpul akan dideskripsikan, dianalisis, dan interpretasikan secara terperinci dan sistematis sehingga dapat diperoleh gambaran yang sesungguhnya tentang makna yang terkandung di dalam pantun buka pintu dalam upacara perkawinan masyarakat melayu Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu:
1.      Untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna leksikal yang terkandung di dalam pantun buka pintu dalam upacara perkawinan masyarakat melayu desa Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu.
2.      Untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna gramatikal yang terdapat dalam pantun buka pintu dalam upacara perkawinan masyarakat melayu di desa  Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu.

Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data dan informasi, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1.      Observasi, yaitu untuk pemahaman lebih jauh tentang pantun buka pintu pada upacara perkawinan melayu Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu.
2.      Video rekaman, yaitu untuk memperlihatkan dan membuktikan dari keberadaan pantun buka pintu itu.
3.      Hermeneutik, yaitu teknik baca catat dan menyimpulkan.

Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang ditempuh penulis dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:
a.       Mencari informasi lokasi yang mengadakan acara prosesi perkawinan.
b.      Mengambil data rekaman vidio pantun yang digunakan dalam upacara perkawinan tersebut
c.       Data dikelompokan dan disajikan sesuai dengan urutan masalah penelitian.
d.      Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori-teori relevan
e.       Mengambil kesimpulan dari hasil pembahasan tentang analisis semantik pada pantun buka pintu pada upacara perkawinan masyarakat Melayu Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu.

Kesimpulan
Setelah penulis menganalisis pantun pantun yang digunakan pada pantun buka pintu pada upacara perkawinan masyarakat Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu dengan judul Analisis Semantik Leksikal pada Pantun Buka Pintu  pada Upacara Pekawinan Masyarakat Melayu  Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu, maka penulis dapat mrngambil kesimpulan bahwa dalam Pantun Buka Pintu Pada Upacara Perkawinan Masyarakat Melayu Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu ini.
1.      Pada makna leksikal, pantun buka pintu pada upacara perkawinan masyarakat Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu ini lebih –lebih banyak menggunakan kata dasar jenis kata benda
2.      Pada makna grametikal pada pantun buka pintu pada upacara perkawinan masyarakat Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu ini, maknanya lebih banyak mengarah pada maksud dan tujuan kedua belah pihak mempelai melakukan prosesi perkawinan ini, dan tidak semua kata pada bait pantun memiliki kata yang bermakna gramatikal.